Senin, 04 Agustus 2014

Resensi Novel 7 Divisi

Judul: 7 Divisi
Penulis: Ayu Welirang
Penerbit: Grasindo
Genre: Fiksi, petualangan, misteri
Terbit: Maret 2014
Tebal: 202 Halaman
Harga: Rp40.000,00
Setelah bnyak film-film yang sempat beredar tantang betapa mudahnya naik gunung, hehehe...semakin banyak orang yang akhirnya sadar bahwa naik gunung/ hiking itu menyenangkan,..and gak sedikit orang yg akhirnya mlah nekat pergi naik gunung tanpa persiapan yg matang, Ada juga yang cuma sekedar naik aja, lalu meninggalkan sampah, atau bahkan mengambil apa yang seharusnya nggak diambil. :| Apapun itu memang selalu ada baik dan buruknya (film dan buku dalam hal ini).

Awalnya saya agak ragu untuk membeli novel ini, saya baca sinopsisnya, saya lihat sampulnya, tidak terlalu menarik, entah apa yang membuat saya akhirnya memutuskan untuk mengambil buku ini dan membawanya ke meja kasir. Mungkin magis dari nama sang penulis, Ayu Welirang.
Malamnya (31 Agustus 2014) saya langsung membacanya di kamar. Kesan pertama saya saat membaca bab 1 nya, bahasa sang penulis agak sedikit kaku, tapi secara keseluruhan saya mampu untuk bertahan membaca novel ini hingga selesai dalam satu waktu. Konflik yang terjadi saat pendakian dimulai, yang mungkin menjadi alasan saya tetap membacanya. At Least, saya sangat rindu untuk mendaki kembali, Seperti Ichan sang leader yang kerjanya hanya sebagai tukang percetakan padahal dia memiliki kemampuan yang jarang dimiliki oleh orang lain, meskipun hanya bisa digunakan di tempat dan waktu tertentu saja.

Dalam novel ini, juga disisipi beberapa istilah-istilah yang digunakan oleh penggiat pecinta alam. Sayajadi sedikit bernostalgia tentang seleksi UKM Mapala yg pernah saya ikuti di kampus saya, ada beberapa istilah dan teknik-teknin survival dalam buku ini, meskipun tidak sedetil waktu pelatihan. Sedikit mengingatkan saya yang akhirnya gagal untuk masuk dalam keluarga Mapala tsb.

So, untuk rating saya kasih 4 buat buku ini karna sukses membuat saya merinding tengah malem, juga bikin saya kangen buat hiking lagi hehehe...dan pesan yg bisa saya tangkap dari buku ini adalah, sang penulis berusaha menyampaikan bahwa gunung bukan sekedar untuk main-main perlu strategi dan rencana yang matang. Naik gunung itu nggak semudah yg dibayangkan kawan :)

3 komentar:

  1. wah terima kasih saran dan kritiknya. :D

    BalasHapus
  2. waaah disamperin penulisnyaaa hahahaa...minta tanda tangan donk kakaaaak :D mohon maaf jika ada kata-kata yang tidak berkenan. >__<

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleeeh. Ayooo kita ngopi kak. :D Domisili manaaa? Hehehehe. Pas banget itu novelnya warna ijo, sama kayak minuman di gelasnya! :D

      Izin backlink posting ini ya, untuk kumpulan review di website saya. :D

      Thx before.

      Hapus

terakhir

hampir 3 tahun. tak ada satupun yang mampu menyamankan aku. semua hanya ilusi dan apa memang Tuhan menginginkan aku seperti ini? ahh..barang...